Tampilkan postingan dengan label Tips Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Pertanian. Tampilkan semua postingan

Tips Cara Jitu Membasmi Hama Ulat Bulu Pada Tanaman

Cara Membasmi Hama Ulat Bulu - Hama tanaman seperti kutu putih, embun jelaga, semut, kutu kuning, belalang dan ulat putih kadang kita temui pada tanaman hias, buah dan sayuran yang kita tanam. Bukannya memanen, malah tanaman kita menjadi rusak karena hama tanaman tersebut. Tentunya sangat menjengkelkan dan sangat tidak sedap dipandang mata, nah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi Tips Pertanian tentang Cara Membasmi Hama Ulat Bulu pada Tanaman. silahkan simak pembahasannya dibawah ini:

Ramuan Pertama
Bahan                   :    puntung rokok satu ons dan air tujuh liter.
Cara pembuatan:    masukkan puntung rokok dalam air. Biarkan selama 4–7 hari. Saringlah agar diperoleh air larutan yang bersih. Gunakan untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman. Penyemprotan pada pagi dan sore hari.
Ramuan Kedua
Bahan-bahan yang dibutuhkan :
1. Bawang putih, cabe rawit, pandan, kemangi, tembakau, kunyit, kenikir : masing-masing 100 gram.
2. Gula pasir : 2 sendok makan.
3. Air destilasi 1 liter.
4. Dekomposer BSA (mikro organisme pengurai) : 2 cc atau bisa juga menggunakan EM4.
5. Botol kaca steril : 2 buah

Cara Membuat:
Cabe rawit, bawang putih, pandan, kemangi, tembakau, kunyit, kenikir dan air diblender hingga bercampur rata. Masukkan ke dalam botol yang telah disteril bebas kuman. Masukkan gula dan decomposer BSA, tutup lalu biarkan satu minggu untuk proses fermentasi. Buka dan saring dari ampas-ampas yang ada dan simpan di tempat yang tertutup
Cara pemakaian/penggunaan cairan pestisida organik :
Campur 60 cc cairan pestisida/insektisida organik yang telah dibuat dengan 1 liter air biasa. Bisa juga buat takaran sendiri sesuai perbandingan tadi.
Ramuan 3
Bahan yang diperlukan : daun papaya sebanyak kurang lebih 1 (satu) kilogram, atau kira-kira sekitar 1 (satu) kantong plastik kresek besar, 4 liter air dan satu sendok sabun.
Cara Membuat : Hancurkan daun pepaya dengan blender, campurkan dengan air.  Lalu disaring dan ditambahkan 4 liter air lagi dan sabun kemudian diaduk rata dan siap digunakan.
Ramuan 4
Bahan yang diperlukan : Bawang putih dan cabai masing-masing satu genggam, dan seperempat sabun batangan.
Cara membuat : Blender bawang putih dan cabai, lalu rebus, kemudian campurkan sabun.  Biarkan selama sehari lalu disaring.  Setelah itu segera gunakan. (1)
Ramuan 5:
Bahan: 100ml parfum, 500gram tepung kanji, 20 liter air
Cara membuat: campurkan semua bahan, kemudian siap digunakan. Ulat akan mati dalam waktu 15-20menit kemudian. (2)
Ramuan 6:
faries fadhil wrote: Sudah 3 hari ini saya tidak habis pikir tentang ramuan ajaib Pak Heri (pemilik Gonku Nursery tempat gathering bulan lalu) untuk membunuh ulat di pohon rambutan yang jumlahnya ratusan itu Pohon yang letaknya dekat ruang perbanyakan ini memang gundul hampir 50% karena diserang ulat Hari senin pagi2 sekitar pukul 8.. saya nemenin beliau yang cengangas-cengenges bawa 2 liter air beras ... ini air dukun katanya heheheheh... air beras ini kemudian disiramkan ke tanah tepat di bawah tajuk si rambutan.... liat aja besok kata dia...
Besoknya.. pagi2 sekali .. banyak sekali ulat bergelimpangan di bawah pohon...
lho lho lho.... ada apa ini... kok bisa... hari berikutnya jumlah korban makin banyak... saya makin tidak habis pikir.. Apa yang dibawa si air beras ini hingga
bisa membunuh ulat secara sistemik... eddaaann .. selama saya kuliah di bogor.. baru kali ini saya kagum sama insektisida made in dapur ini.. Kebetuan di rumah saya... Semua aglo selalu disiram air beras tiap hari kecuali beberapa.. yaitu Siam Aurora, Butterfly, dan satu Alocasia... ini juga ajaib.. ketiga makhluk ini langsung cepak dihajar ulat.. sementara yang lainnya ga disentuh sama sekali... sekalipun saya temukan cangkang telur ulat di daun yang lainnya... Hari ini saya sharing dengan sangat berbahagia dan penasaran hehehehe Air Beras... ada apa dengan dirimu... ternyata sakti hehehehehe (3)
Ramuan 7:
SEMPROTAN NIMBA
Tanaman ini dapat dipakai untuk semprotan insektisida alami yang aman dan efektif. Nimba dapat dipakai pada hampir semua serangga, termasuk nyamuk. Terkadang memerlukan waktu beberapa minggu untuk menunggu efeknya karena untuk beberapa jenis serangga, nimba bekerja dengan memutus daur perkembangbiakan serangga tersebut. Nimba merupakan salah satu tanaman terbaik untuk digunakan karena aman bagi manusia dan tidak menimbulkan banyak masalah bagi serangga yang menguntungkan, khususnya predator hama. Dalam kondisi tertentu bahkan bisa meningkatkan produksi ulat yang berguna! Keong/siput, nematode, lebah penyengat, ulat, ngengat, penggerek daun, lalat, nyamuk, dan belalang adalah beberapa jenis serangga yang dapat dikendalikan dengan nimba. 
Cara menggunakan nimba:
1. Tumbuklah biji nimba dan masukkan ke dalam kantong kain. Masukkan kantong kain ini dalam ember atau drum berisi air selama semalam. Gunakan 500 gr biji nimba untuk tiap 10 liter air. Gunakan sebagai semprotan pada serangga hama dan tanaman yang terserang. Biji nimba ini lebih efektif daripada daunnya.
2. Ambillah segenggam besar daun nimba segar, lumatkan, dan masukkan ke dalam seember air. Biarkan selama 2 hari, kemudian buanglah daunnya dan gunakan sebagai semprotan. 
3. Keringkan segenggam penuh daun nimba, tumbuk, dan masukkan ke dalam air. Biarkan selama 2 hari, saring dan gunakan sebagai semprotan.
4. Semprotan nimba ini juga dapat dibuat dengan merendam biji nimba yang telah dihancurkan dalam alkohol, atau membuat minyak dari biji nimba dengan menggunakan suatu alat pengepres minyak. Metode ini lebih mahal namun dapat menghasilkan produk yang lebih kuat.(4)
Ramuan 8:
SEMPROTAN SARI/JUS JAHE
Parut segenggam penuh jahe dan masukkan ke dalam seember air. Biarkan selama sehari, lalu semprotkan ke tanaman yang rusak untuk mengontrol larva ulat dan ulat bulu.
Ramuan 9:
SEMPROTAN DAUN TALAS
Daun-daun talas mengandung asam lisollic. Bila serangga memakannya, ibarat manusia merasa makan pecahan gelas! Cara meraciknya, tumbuk 10 lembar daun talas dan masukan dalam 3 liter air (½ ember), aduk dengan baik. Percikkan ke tanaman dengan menggunakan sapu lidi. Pastikan masing-masing tanaman terciprat larutan ini untuk perlindungan yang baik terhadap serangga.
Ramuan 10:
SEMPROTAN DAUN TOMAT
Daun tomat merupakan insektisida alami dan fungisida ringan, dapat digunakan untuk aphid, semut, cacing, ulat bulu, telur serangga, belalang, ngengat, nematoda, lalat putih, jamur dan bakteri pembusuk.
Cara membuatnya, masaklah 1 kg daun tomat dalam 2 liter air selama 30 menit, tambahkan lagi potongan 2 genggam daun, batang dan buahnya, dan 2 liter air. Aduk bahan-bahan tersebut, lalu biarkan selama
6 jam (½ hari). Saring dan tambahkan ¼ batang sabun. Semprotkan larutan ini setiap 2 hari bila jumlah serangga, khususnya ngengat, cukup banyak.
WASPADALAH!
Daun tomat ketika dipakai sebagai insektisida bersifat racun bagi manusia. Ini disebabkan karena unsur kimia yang ada dalam daun tomat menjadi jauh lebih pekat konsentrasinya. Gunakan sarung tangan dan penutup hidung serta mulut sekaligus saat menyemprotkannya.
Ramuan 11:
SEMPROTAN LEM
Semprotan lem bisa dibuat dari sisa air rebusan singkong, talas, atau kentang. Serangga kecil akan menempel pada lem ini dan akhirnya menyebabkan serangga tersebut mati lemas. Semprotan ini berguna untuk aphid, ulat bulu dan lalat putih, namun cobalah juga pada serangga kecil lainnya. Caranya, campurkan air sisa memasak singkong, talas, atau kentang dengan air tambahan untuk membuat larutan. Kekuatannya bervariasi tergantung jenis tanaman yang digunakan, kira-kira saja. Semprotkan pada tanaman. Larutan yang baik akan menyisakan lapisan tipis pada tanaman ketika larutan kering.
Ramuan 12:
SEMPROTAN SABUN
Semprotan ini efektif untuk siput, keong, aphid, ulat bulu, kumbang kecil, dan serangga-serangga pemakan daun lainnya. Caranya, gunakan 1 sendok besar sabun bubuk atau cair per liter air. Semprotkan hanya pada hama atau tanaman yang rusak. Anda juga dapat menggunakan bekas air cucian piring atau pakaian kotor untuk membuat pestisida ini.
Ramuan 13:
SEMPROTAN DAUN TEMBAKAU
Semprotan tembakau sebaiknya digunakan sebagai alternatif terakhir. Gunakan pelindung yang baik dan lindungi tangan dan wajah Anda ketika membuat dan menggunakan semprotan tembakau. Daun tersebut sangat beracun dan dapat membunuh serangga yang berguna juga. Semprotan daun tembakau dapat digunakan untuk sebagian besar hama serangga. Caranya, rendam 1 kg (1 tas plastik) tumbukan daun tembakau dalam 15 liter air selama 1 hari 1 malam. Tambahkan 2 sendok besar cairan sabun atau sabun batangan dan aduklah dengan baik. Saringlah dan gunakan sebagai semprotan. Bisa juga dengan mengeringkan daun dan menumbuknya hingga menjadi bubuk. Bubuk ini bisa digunakan untuk aphid, keong, siput, ulat bulu, dan virus daun keriting. Jangan gunakan bahan ini pada tanaman tomat, kentang, terong, lombok, atau bunga mawar. Semut menyebabkan masalah melalui penggalian mereka dan pemindahan benih-benih. Mereka sama sekali tidak pernah bisa dihilangkan, tapi efek-efek mereka dapat dikurangi. Untuk kerusakan akar, coba gunakan penyemprotan biologis, cabe, bawang putih, tomat, atau tembakau.(4)
Itulah Informasi tentang Cara Membasmi Hama Ulat Bulu semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Tips Cara Membasmi Kutu Daun Pada Tanaman Cabe

Cara Membasmi Kutu Daun Pada Tanaman Cabe - Hampir semua hama yang menyerang tanaman terung-terungan bisa menyerang tanaman cabe. Serangan hama ini bisa menurunkan produktivitas tanaman, bahkan pada tingkat tertentu mengakibatkan gagal panen.
Budidaya tanaman cabe merupakan kegiatan usaha tani yang menjanjikan keuntungan menarik. Di Indonesia, permintaan akan cabe cukup tinggi. Cabe seakan-akan sudah menjadi bahan kebutuhan pokok masyarakat. Di masa-masa tertentu, seperti menjelang hari raya harga cabe bisa meningkat hingga puluhan kali lipat.
Kutu daun menyerang tanaman cabai dengan menghisap cairan daun sehingga mengakibatkan daun keriput, berwarna kekuningan, dan terpuntir. Akibat lebih jauh adalah dapat mengakibatkan kerdilnya pertumbuhan tanaman. Hama kutu daun merupakan vektor yang dapat menularkan penyakit, yaitu  embun jelaga dan virus, serta dapat mengundang dsemut. Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida yang berbahan aktif imidakloprid, fipronil, dan protiofos secara bergantian. Kutu daun persik memiliki alat tusuk isap, biasanya kutu ini ditemukan dipucuk dan daun muda tanaman cabai. Ia mengisap cairan daun, pucuk tangkai bunga dan bagian tanaman yang lain sehingga daun jadi keriting dan kecil warnanya berlang kekuningan, layu dan akhirnya mati. Melalui angin kutu ini menyebar menyebar keareal kebun. Efek dari kutu ini menyebabkan tanaman kerdil, pertumbuhan terhambat, daun mengecil. Kutu ini mengeluarkan cairan manis yang dapat menutupi permukaan daun akan ditumbuhi cendawan hitam jelaga sehingga menghambat proses fotosintesis. Kutu ini juga ikut andil dalam penyebaran virus.
Pengendalian dengancara menanam tanaman perangkap (trap crop) disekeliling kebun cabai seperti jagung. Kendalikan dengan kimia seperti Curacon 500 EC, Pegasus 500 SC, Decis 2,5 EC, Hostation 40 EC, Orthene 75 SP.

Thrips/kemreki (Thrips parvispinus)
Hama ini berukuran sangat kecil dan lembut. Ketika muda berwarna kuning dan dewasa kecoklatan dengan kepala hitam. Didaun terdapat titik-titik putih keperakan  bekas tusukan, kemudian berubah menjadi kecoklatan. Daun yang cairannya diisap menjadi keriput dan melengkung keatas. Thrips sering bersarang dibunga, ia juga menjadi perantara penyebaran virus. Sebaiknya dihindari penanaman cabai dalam skala luas dapa satu hamparan.

Dengan pergiliran tanaman adalah langkah awal memutuskan perkembangan Thrips. Pengendalian dengan memasang perangkap kertas kuning IATIP (Insect Adhesive Trap Paper), dengan cara digulung dan digantung dan digantung setinggi 15 cm dari pucuk tanaman.
Gunakan pengendalian dengan insektisida secara bijaksana. Yang dapat dipilih antara lain Agrimec 18 EC, Dicarzol 25 SP, Mesurol 50 WP, Confidor 200 SL, Pegasus 500 SC, Regent 50 SC, Curcon 500 EC, Decis 2,5 EC, Hostathion 40 EC, Mesurol 50 WP. Dosis penyemprotan disesuaikan dengan label kemasan.

Kutu dan kapas (Aphis gossypi)
Sewaktu muda kutu ini berwarna putih, kemudian dewasa menjadi hijau kehitaman. Daun yang terserang berubah keriput. Pertumbuhan terhambat dan kalau dibiarkan tanaman bisa mati. Kutu dewasa membentuk sayap dan terbang ketempat lain. Kutu ini menghasilkan embun jelaga berwrna hitam yang mengganggu proses fotosintesis, juga menjadi perantara penyebaran virus. Kendalikan dengan Curacron 500 EC, pegasus 500 SC.

Pengorok daun ( Liriomyza spp)
Hama ini bersifat polifag, menyerang hampir semua jenis tanaman. Gejala serangan tampak pada daun ukir-ukiran seperti batik, ini terjadi karena larva mengorok jaringan didalam daun.Pengendalian dengan Agrimec 18 EC, Trigard.
Tungau/tengu/mite (Polyphagotarsonemus latus Bank dan Tetranyhus innabarinus Boisd). Tanda kehadiran tungau ini adalah adanya warna coklat mengkilap dibagian bawah daun. Sedang pada daun bagian atasnya ada dijumpai bercak kuning. Hama ini menyerang daun yang mengakibatkan daun menjadi kaku dan melengkung kebawah. Pucuk daun seperti terbakar, tepi daun keriting. Kutu ini juga menyerang bunga, pentil dan buah. Tungau berukuran sangat kecil dan bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). Serangan yang berat terutama pada musim kemarau, menyebabkan cabai tumbuh tidak normal dan daun -daunnya keriting.
Pengendalian dapat dilakuakan dengan insektisida sperti Omite 57 EC, Apollo 500 SC, Mitisun 570 EC, Merothion 500 EC, Strek 150 EC, Mitac 200 EC, Curacron 500 EC, Agrimec 18 EC, pegasus 500 EC.

Lalat buah.
Lalat ini menusuk pangkal buah cabai yang terlihat ada bintik hitam kecil bekas tusukan lalat buah untuk memasukkan telur. Buah yang tetserang akan menjadi bercak-bercak bulat, kemudian membusuk, dan bergelombang. Setelah telur menetas menjadi larva (belatung) dan hidup didalam buah sampai buah rontok dan membusuk larva akan keluar ketanah dan seminggi kemudian berubah menjadi lalat muda.
Lakukan pergiliran tanaman untuk memutus rantai perkembangan lalat. Kumpulkan semua buah cabai yang terserang dan musnahkan. Kendalikan dengan perangkap metil eugenol yang sangat efektif dengan cara memasukkan metil eugenol dalam kapas kebotol bekas air minum mimeral yang telah dioleskan minyak goreng, atau diberi air. Gantungkan perangkap dipinggir kebun. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan penyemprotan Buldok, Lannate, Tamaron, Curacron 500 EC.


Demikian Ulasan tentang Cara Membasmi Kutu Daun pada Cabe semoga dapat menambah wawasan dan membantu masalah pertanian anda.

Tips Cara Membasmi Hama Tikus Sawah yang Ampuh

Cara Membasmi Hama Tikus Sawah - Tikus sawah memang menjadi musuh primer bagi para petani. Binatang ini merupakan salah satu hama, nan dapat menyebabkan panen padi menjadi gagal. Berbagai langkah cara membasmi tikus sawah ini, telah dilakukan oleh para petani ataupun pemerintah. Baik nan dilakukan secara fisik mekanik, kultur teknis, atapun secara kimia. Sawah merupakan tempat bercocok tanam yang berfungsi menghasilkan bahan mentah (padi) dan diolah menjadi beras untuk dikonsumsi dan melengkapi kebutuhan semua orang, karena itu bagian dari makanan pokok. Akan tetapi terkadang para petani kerap menuai kegagalan dikarenakan beberapa faktor yang membuat gagal panen padasaat waktu panen. Diantara faktor yang menghambat para petani menikmati hasil panenya ialah karena keberadaan hama atau tikus. Tikus memang binatang yang mampu memporak-porandakan usaha para petani dalam bercocok tanam. Binatang mamalia ini kerap kali mengganggu dan mengancam para pemilik sawah karena berpotensi untuk merusak tanaman, untuk itu anda memerlukan sebuah cara ampuh mengusir tikus sawah guna menjaga tanaman sampai siap di panen.

Tips Cara Membasmi Tikus Sawah

Berikut ini akan diberikan beberapa tips, cara membasmi tikus sawah nan dapat dilakukan oleh para petani perorangan ataupun secara berkelompok.

1. Coba dengan cara tanam dan panen serempak.
Dalam satu area sawah, diusahakan agar selisih waktu tanam padi ataupun panen tak melebihi 2 minggu. Hal itu dilakukan buat membatasi ketersediaan padi generatif sebagai pakan, sehingga kemungkinan terjadinya perkembangbiakan tikus dapat diminimalisir.

2. Cobalah dengan cara sanitasi habitat.
Langkah ini dapat dilakukan selama musim tanam padi. Caranya ialah dengan membersihkan semak-semak pada sarang primer tikus. Dapat saja di sekitar jalan sawah, tanggul irigasi, batas perkampungan, parit, pematang sawah, ataupun saluran irigasi . Agar lebih paripurna boleh dilakukan pemugaran ukuran pematang sawah, agar tak dimanfaat loka bersarang tikus.

3. Cobalah dengan razia massal.
Langkah ini dilaksanakan secara serentak, pada ketika awal tanam nan melibatkan petani dalam skala besar. Dalam kegiatan ini petani dapat menggunakan berbagai cara buat menangkap ataupun membunuh tikus. Semisal memanfaatkan anjing, ekskavasi sarang dengan cangkul, pemukulan dengan kayu, penjeratan ataupun dengan pengoboran di malam hari.

4. Cobalah dengan pengemposan atau fumigasi.
Cara fumigasi bisa memperoleh hasil efektif, apabila sukses membunuh seluruh tikus nan menghuni di dalam sarangnya. Diawali dengan menutup lubang tikus menggunakan lumpur, namun setelah fumigasi dilakukan sarang tikus tak perlu dibongkar.

5. Cobalah dengan TBS (Trap Barrier System).
Trap Barrier System ini dapat diimplementasikan pada daerah endemik tikus, di mana saat pola tanam serempak. Dengan menggunakan TBS berukuran sekitar 20 x 20 m, diyakini dapat mengamankan padi dari agresi tikus pada sawah sekitar 15 ha.

6. Cobalah dengan (LTBS) Linier Trap Barrier System.
Linier Trap Barrier System merupakan bentangan pagar nan terbuat dari plastik atau terpal, dengan tinggi sekitar 50 cm. Lantas ditegakkan dengan donasi bambu.
Di setiap jeda sekitar 1 m, dapat dilengkapi dengan perangkap. LTBS ini dapat dipasang pada daerah loka habitat tikus sawah atau dapat juga ketika terjadi perpindahan tikus.

7. Coba dengan memanfaatkan musuh alami.
Langkah ini memang dapat dikatakan sebagai cara paling mudah, namun dapat menjaga ekuilibrium ekosistem . Cara ini dapat dilakukan dengan membiarkan ular sawah buat hidup.
Tujuannya agar ular sawah dapat berperan sebagai predator, sehingga bisa menekan populasi tikus di sawah. Selain ular, petani juga dapat memanfaatkan pemangsa tikus lainnya. Semisal anjing, burung hantu, kucing, ataupun burung elang.

8. Coba dengan cara rodentisida.
Langkah ini biasanya hanyalah digunakan, apabila jumlah tikus sawah sangat tinggi. Namun, pemakaian rodentisida haruslah sinkron dengan takaran nan telah dianjurkan. Petani dapat menaruh umpan di loka primer tikus. Semisal jalan sawah, tanggul irigasi, pematang besar, bahkan di perkampungan.

9. Cara-cara tradisonal lainnya.
Selain langkah-langkah di atas, biasanya setiap daerah memiliki cara masing-masing nan telah turun-temurun dalam mengatasi tikus sawah. Semisal dengan cara penggenangan pada sarang tikus, bunyi-bunyian, penjaringan, ataupun dengan pemerangkapan.
Cara-cara di atas memang bukan langkah satu-satunya, masih ada cara-cara lain nan dapat dilakukan para petani. Yang tak kalah krusial dalam memerangi tikus sawah ialah mempertahankan mutu unsur hara, dengan seminimal mungkin mengurangi pemakaian zat kimia.
Itulah beberapa Tips Cara Membasmi Hama Tikus Sawah, semoga artikel ini bermanfaat dalam membantu masalah pertanian anda, salam tani!